Selasa, 13 Maret 2018

Festival Buah, Solusi Koster Tingkatkan Pendapatan Petani

Festival Buah, Solusi Koster Tingkatkan Pendapatan Petani

Koster dan Cok Ace ketika tiba di Banjar Asak Desa Pretima Kecamatan/Kabupaten Karangasem

Karangasem, balipuspanews.com – Keluh kesah sebagian petani Bali atas minimnya pendapatan, mendapat perhatian Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace).
Hal ini terungkap saat Koster-Ace menggelar kampanye terbatas di Banjar Asak, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Senin (12/3).
Di hadapan ratusan warga, Koster menyatakan ingin meningkatkan pendapatan petani di Bali. Kabupaten Karangasem misalnya, terkenal sebagai penghasil buah salak. Begitu juga dengan daerah-daerah lainnya.
Untuk meningkatkan pendapatan petani, selain mewajibkan hotel membeli produk buah lokal Bali, Koster juga menggagas diadakannya Festival Buah Lokal.
“Misalnya saat musim panen salak kita bikin Festival Salak. Nanti di dalamnya ada lomba makan buah salak bagi turis. Misalnya, lombanya siapa yang kuat makan buah salak sebanyak 1 kilogram dalam waktu 30 menit. Yang menang dapat hadiah,” kata Koster disambut tawa ratusan warga.
Begitu pula halnya ketika musim panen raya buah-buahan lokal lainnya. Bagi Koster, hal itu mungkin saja dilakukan. Ia menjelaskan, sesungguhnya wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara, sangat menyukai buah lokal asli Bali. Ia mengenang masa-masa kuliah di Institut Teknologi Bandung. Saban pulang usai liburan semester, Koster selalu membawa salak sebagai buah tangan untuk teman-teman lnya di kampus.
“Ada satu teman saya namanya Gunawan Putra Jaya. Dia yang selalu menghabiskan salak yang saya bawa. Tidak sampai 30 menit 1 kilogram salak dia habisin,” ujarnya mengenang masa lalu saat kuliah.
Dari pengalaman itu, Koster menyebut bukan tak mungkin Festival Buah Lokal akan digelar. “Nanti gubernurnya, bupatinya ikut lomba di festival itu. Saya akan berusaha keras agar pendapatan petani buah kita meningkat minimal 20-30# untungnya. Negara harus hadir untuk rakyatnya,” ujarnya. (bp)
sumber:https://www.balipuspanews.com/festival-buah-solusi-koster-tingkatkan-pendapatan-petani.html

Diperjuangkan Koster, Tahun ini Wantilan Desa Selat Diperbaiki


Diperjuangkan Koster, Tahun ini Wantilan Desa Selat Diperbaiki

sumber foto :Calon Gubernur Bali I Wayan Koster saat mengunjungi wantilan Desa Adat Selat, Klungkung. Atas perjuangan Koster wantilan desa adat selat yang kondisinya memprihatinkan tahun ini mendapatkan dana perbaikan./ist
RedRiceBalinews.com, KLUNGKUNG
Rupanya figur Calon Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster sangat membekas di hati warga Desa Adat Selat, Klungkung. Pasalnya, Koster ketika duduk sebagai anggota DPR RI telah beberapa kali turun ke desa ini, sekaligus memberikan bantuan. Salah satunya yang akan turun tahun ini adalah bantuan untuk pembangunan Wantilan Desa Adat Selat.

Kondisi wantilan desa adat  yang sempat dikunjungi Koster disela-sela deklarasi warga Desa Selat, Sabtu (10 Maret 2018) , sangat memperihatinkan. Stukturnya sudah rusak dan sangat membahayakan, karena terancam roboh. Koster melihat secara langsung kondisi wantilan tersebut. Ia melihat ada sejumlah kerusakan yang memang harus segera diperbaiki,  khususnya atap wantilan.

"Nanti perbaikan wantilan Desa Adat Selat akan menjadi prioritas, supaya warga bisa melakukan kegiatan adat dan lainnya secara normal seperti dulu lagi," katanya. Koster melanjutkan, tahun 2018 ini dipastikan akan cair bantuan dari APBN senilai Rp 500 juta untuk pembangunan wantilan. Anggaran ini bisa turun atas perjuangan Koster di DPR RI.

Ditambahkannya, perbaikan dan pembangunan wantilan yang digunakan warga untuk berbagai macam kegiatan memang menjadi salah satu program prioritasnya nanti. "Jauh sebelum sebagai Cagub, saya sudah konsen terhadap itu. Sekarang kurang lebih sudah sekitar 300-an wantilan yang sudah mendapatkan bantuan," jelasnya.

Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan rasa terimakasih. "Kami sudah dari lama telah dibantu oleh beliau terkait berbagai hal yang terkait kepentingan umum untuk warga. Sekarang kami kembali berharap bisa dibantu, karena kami tahu Pak Koster selalu pegang komitmen," ungkapnya. RRBNC
sumber:https://www.redricebalinews.com/index.php/read/2018/03/11/201803110004/Diperjuangkan--Koster-Tahun-ini-Wantilan-Desa-Selat-Diperbaiki.html
    


Senin, 12 Maret 2018

Koster Jamin Kelestarian Tenun Bali Saat Berdialog di Tenganan


Koster Jamin Kelestarian Tenun Bali Saat Berdialog di Tenganan

Karangasem, suaradewata.com - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster - Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) menggelar kampanye di sejumlah titik di Kabupaten Karangasem. Salah satunya, Koster yang didampingi Cok Ace berdialog dengan pengrajin tenun Pegringsingan di Desa Tenganan.
Di desa tua di Bali itu kandidat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI itu melihat secara langsung proses penenunan kain yang tersohor itu. Koster-Ace juga mendapat penjelasan langsung dari pemilik kerajinan, Nengah Wartawan.
Kepada Koster, Wartawan bercerita jika proses penenunan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sementara untuk proses pewarnaan memakan waktu yang cukup lama. Untuk membuat satu warna, misalnya warna merah, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Proses pewarnaannya juga tak bisa langsung seketika, melainkan per triwulan sekali. "Kalau langsung nanti warnanya bercampur dengan warna yang lain. Makanya tiga bulan sekali agar kering dulu, baru diwarnai lagi," tutur Wartawan, Senin 12 Maret 2018.
Sementara itu, yang paling krusial dari penenunan ini adalah bahan baku. Untuk warna, bahan bakunya diambil dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. "Di sana yang terbaik, karena pewarnaan ini dari bahan alami yaitu buah mengkudu dan di sanalah yang terbaik, karena buah mengkudu di sana tumbuh di atas batu kapur," jelas Wartawan. 
Sementara untuk proses dari awal hingga menjadi kain tenun, Wartawan mengaku diperlukan waktu sekitar dua tahun. "Tergantung juga pada panjangnya kain. Minimal dua tahun dari nol sampai jadi kain. Rata-rata kain tenun di sini menyimbolkan laki-laki dan perempuan," katanya. 
Sementara itu, Wayan Koster memastikan agar kain tenun Pegringsingan wajib dilestarikan. "Ini harus dilindungi," tegasnya. Menurut dia, demi kelestarian kain tenun Pegringsingan maka harus diatur mulai dari hulu hingga hilir. 
"Ini harus dari hulu hingga ke hilir diurusi. Hulunya itu kan menjamin ini bisa terus berjalan seperti kebutuhan bahan baku akan benangnya, pewarnanya dan lainnya. Begitu juga dihilir harus dipastikan dengan baik," tutur Koster.
Koster mendapat informasi dari Wartawan jika bahan baku pewarna yakni buah mengkudu mulai hampir sulit dicari. Penyebabnya tak lain karena alih fungsi lahan yang terjadi secara massif di mana-mana. Ke depan, Koster mengusulkan agar dibuat perkebunan yang khusus menanam buah mengkudu agar tenun Pegringsingan tak punah. "Harus ditanam ini buah mengkudunya," ucap Koster. gin/ari
sumber:https://suaradewata.com/read/2018/03/13/201803130005/Koster-Jamin-Kelestarian-Tenun-Bali-Saat-Berdialog-di-Tenganan.html


17 Bendesa Adat di Kecamatan Busungbiu Bulatkan Tekad Dukung Koster-Ace


17 Bendesa Adat di Kecamatan Busungbiu Bulatkan Tekad Dukung Koster-Ace

Buleleng, suaradewata.com- Dukungan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati seperti tak mengenal waktu. Saban hari ada saja kelompok masyarakat lintas sektoral yang menyatakan dukungan. 
Seperti yang terlihat di Kabupaten Buleleng, di mana belasan Bendesa Adat se-Kecamatan Busungbiu yan menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni mendatang. Deklarasi kebulatan tekad itu juga dihadiri sekitar 500 krama desa adat. 
Selain karena Koster berasal dari Buleleng, para bendesa itu juga menilai calon yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKB, PPP dan PKPI itu memiliki program realiatis. Di samping itu, baik Koster maupun Cok Ace dinilai sebagai pemimpin merakyat yang tulus memimpin Bali.
Ketua DPC PDP Perjuangan Kabupaten Buleleng sekaligus Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kabupaten Buleleng, Putu Agus Suradnyana menerima dengan baik aspirasi mereka. Agus Suradnyana mengucapkan terima kasih atas ketulusan belasan bendesa yang sudah mempercayakan pikihan politiknya dijatuhkan kepada Koster-Ace.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan tulus dari warga masyarakat Buleleng, khususnya 17 bendesa hari ini yang menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada 27 Juni mendatang," ujar Agus Suradnyana, Senin 12 Maret 2018.
Tak hanya sekadar memberikan dukungan, mereka juga siap ikut berjuang memenangkan Koster-Ace di Bumi Panji Sakti. Mereka juga optimistis target 80 persen kemenangan bagi Koster-Ace dapat tercapai. "Dengan dukungan yang terus menerus dan kerelaan warga bekerja secara tulus berjuang memenangkan Koster-Ace, kami optimistis target perolehan suara di Buleleng bukan hal mustahil, bahkan amat realistis," tutur Agus Suradnyana. tim/gin/sar
sumber:https://suaradewata.com/read/2018/03/13/201803130001/17-Bendesa-Adat-di-Kecamatan-Busungbiu-Bulatkan-Tekad-Dukung-KosterAce.html

Warga Banjar Asak Bulatkan Tekad Dukung Penuh Koster - Ace


Warga Banjar Asak Bulatkan Tekad Dukung Penuh Koster - Ace

Karangasem, suaradewata.com - Ratusan warga Banjar Asak, Desa Pretima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem membulatkan tekad mendukung, memenangkan dan memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni mendatang. 
Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kabupaten Karangasem, I Gede Dana memaparkan, warga di Banjar Asak seratus persen siap memilih Koster-Ace pada Pilkada serentak nanti. Aspirasi warga adalah keinginan memperbaiki banjar. "Komitmen warga di sini dapat diuji pada Pilkada 27 nanti. Kebulatan tekad ini diwujudkan dengan cara memenangkan Koster-Ace di Kabupaten Karangasem," tegas I Gede Dana, Senin (12/3/2018).
Mendapati keinginan warga, Wayan Koster menuturkan jika renovasi dan pengadaan bale banjar memang merupakan programnya yang dibungkus dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. 
Semasa masih menjadi anggota DPR RI, setiiap tahun ia memberi bantuan sebanyak 25 wantilan di seluruh Bali. Begitu juga dengan perangkat lainnya yan menjadi keperluan banjar. "Saya ucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari warga Karangasem, khususnya warga Banjar Asak, Desa Pretima. Luar biasa sekali aura dukungannya dalam memenangkan Koster-Ace," ujar Koster.
Selanjutnya, Koster memaparkan berbagai program prioritas yang akan diusungnya setelah terpilih kelak, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar di Kabupaten Karangasem seperti pendidikan, pekerjaan dan sektor pertanian serta pariwisata.
Usai acara, warga kemudian melakukan simulasi pencoblosan surat suara. Setelahnya, Koster mengikuti megibung massal yang merupakan tradisi Karangasem. Menurut I Gede Dana, ia sengaja menggelar megibung untuk melestarikan budaya tersebut. gin/ari
sumber:https://suaradewata.com/read/2018/03/12/201803120022/Warga-Banjar-Asak-Bulatkan-Tekad-Dukung-Penuh-Koster--Ace.html

Jurus Jitu Koster Ace Tuntaskan Kemiskinan di Karangasem


Jurus Jitu Koster Ace Tuntaskan Kemiskinan di Karangasem

Karangasem, suaradewata.com - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster - Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) menggelar kampanye terbatas di Banjar Adat Asak Kawan, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. 
Di hadapan ratusan peserta itu Koster mengaku mempunya jurus jitu memutus mata rantai kemiskinan di Kabupaten Karangasem. Menurutnya, kunci utama mengentaskan kemiskinan di Karangasem adalah dengan meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan. Untuk itu, Koster akan membangun SMA di Karangasem tanpa biaya alias gratis. "Nanti kita bangun SMA di sini yang mirip seperti SMA Bali Mandara yang dibangun oleh Pak Gubernur Made Mangku Pastika di Buleleng. Kita akan bangun itu di Karangasem. Prioritas di Karangasem ini," kata Koster, Senin (12/3/2018).
Di SMA itu juga nantinya akan dibangun asrama bagi para siswanya agar fokus menimba ilmu. Segala biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah. Untuk tingkat lanjutan, Koster juga akan membangun Akademi Komunitas. Lahannya telah ada milik Pemerintah Provinsi Bali yang terletak di Tulamben. "Ada tanah Pemprov Bali di sana seluas 10 hektar. Nanti Akademi Komunitas ini program pengajarannya Diploma I dan Diploma II di bidang pariwisata dan jurusan lain yang diperlukan bagi masyarakat Karangasem," tuturnya. 
"Akademi seperti itu sudah saya bangun di Gianyar tahun 2012 dan di Jembrana tahun 2015. Semua gratis. Aturannya sudah saya buat melalui UU Nomor 12 Tahun 2012," tambah Koster. 
Sementara untuk mengatasi pengangguran di Karangasem, calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKB, PPP dan PKPI memiliki gagasan untuk menjalin kerja sama antar-pemerintah provinsi. Koster berjanji akan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah lainnya untuk menampung tenaga kerja dari Bali, khususnya Kabupaten Karangasem. "Untuk membuka lapangan kerja saya akan bangun kerja sama antar-pemerintah daerah antara Bali dan pemerintah di luar Bali. Nanti kita buat nota kesepahaman antar-pemda untuk menampung tenaga kerja, menampung lulusan dari Bali," papar dia. 
Dengan begitu, Koster percaya mata rantai kemiskinan dan pengangguran di Kabupatrn Karangasem akan terentaskan dalam waktu lima tahun. "Kalau ini berjalan masalah kemiskinan dan pengangguran di Karangasem akan selesai dalam waktu lima tahun," tutupnya. gin/ari
sumber:https://suaradewata.com/read/2018/03/12/201803120021/Jurus-Jitu-Koster-Ace-Tuntaskan-Kemiskinan-di-Karangasem.html


Kendala Pemasaran, Koster Siap Jadi Marketing Produk Industri Kreatif Bali


Kendala Pemasaran, Koster Siap Jadi Marketing Produk Industri Kreatif Bali

Klungkung, suaradewata.com - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster mengaku siap menjadi marketing bagi produk kerajinan industri kreatif Bali. Hal itu dikatakan Koater di hadapan warga Desa Adat Tihingan yang meminta Koster membantu memasarkan gong dan gamelan yang diproduksi warga desa ini. 
Sebelumnya, seorang warga bernama I Gede Pande Yasa mengeluhkan permodalan dalam mengembangkan usaha gong yang menurutnya satu-satunya di Bali itu. "Terus terang Pak, untuk mengembangkan produksi para pengrajin mayoritas terkendala permodalan. Mohon solusi dari Pak Koster, astungkara 27 Juni terpilih sebagai Gubernur Bali," kata dia, Kamis (7/3/2018).
Sementara seorang warga lainnya bernama I Made Suarsana meminta kepada Koster yang memiliki jaringan luas untuk ikut memasarkan produk-produk kerajinan yang dibuat warga Desa Tihingan. "Misalnya, Kan warga Bali banyak yang transmigrasi ke beberapa daerah. Jumlah mereka besar. Pak Koster yang punya jaringan luas sekiranya bisa membantu agar warga di perantauan bisa membeli gamelan dari kami," pintanya. 
Mendengar harapan tersebut, calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PPP, PAN, PKB dan PKPI itu menyanggupinya. Koster akan menginisiasi kerja sama dengan pemerintah daerah lain yang banyak warga perantauan asal Bali. 
"Kaitannya dengan usulan agar saya ikut membantu memasarkan, maka saya akan buka kerja sama dengam pemerintah daerah lain. Misalnya Sulawesi Utara yang banyak transmigran asal Bali, apalagi gubernur di sana satu partai dengan saya," ucapnya. 
Nantinya, ia akan meminta kepada Gubernur Sulawesi Utara untuk membeli produk gamelan asal Desa Tihingan untuk diberikan kepada warga Bali yang ada di sana. 
"Saya akan bicara dengan gubernurnya nanti. Saya siap jadi marketing, sales. Siap saya. Kalau saya jadi gubernur, siap memasarkan gong karya desa di sini," paparnya. Sementara soal permodalan, yang pertama akan dilakukan Koster adalah memproteksi karya seni warga Desa Tihingan melalui hak paten. Ia akan memproses hal itu agar dapat meningkatkan daya jualnya. 
Hal yang juga dipikirkan oleh Koster adalah material bahan baku pembuatan gong, utamanya besi agar bisa dibuat sendiri oleh masyarakat Bali. "Sangat perlu kita pikirkan agar materialnya bisa dibuat di Bali. Tinggal dicari sumber-sumbernya untuk material ini. Ini akan dipikirkan. Atau kita pikirkan kerja sama antar pemda daripada transaksi bahan pembuatan gong terutama besinya," ujarnya. 
"Kerajinan ini kan menjadi industri rumah tangga yang dilindungi, dilestarikan dan di-suppor. Maka harus dijaga. Ke depan kita buat materialnya. Saya akan minta ahli dari Udayana mengkaji ini," tambah Koster. Soal permodalan menurut Koster industri ini sungguhnya amat pasti. Sebab gong dibuat berdasarkan pemesanan. Perbankan, sebetulnya tak perlu ragu mengucurkan pinjaman. Kendati begitu, ke depan pemerintah akan menyiapkan pinjaman lunak untuk para pengrajin dengan bunga yang jauh lebih rendah dari bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat). "Nanti tiga bulan pertama tidak usah bayar bunganya. Benefitnya juga kita tingkatkan, minimal 20-30 persen dari harga produksi," ujarnya. gin/ari
sumber:https://suaradewata.com/read/2018/03/11/201803110009/Kendala-Pemasaran-Koster-Siap-Jadi-Marketing-Produk-Industri-Kreatif-Bali.html


Koster-Ace Akan Gratiskan Biaya Sewa Stand Pameran di PKB


Koster-Ace Akan Gratiskan Biaya Sewa Stand Pameran di PKB


Klungkung, suaradewata.com - Calon Gubernur (Cagub) Bali I Wayan Koster ketika terpilih akan menggratiskan sewa stand pameran di Pesta Kesenia Bali (PKB) yang telah menjadi agenda kegiatan festival seni budaya tahunan tersebut. Hal itu diungkap Cagub yang diusung PDIP, Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI itu saat mesimakrama dengan warga Klungkung di Banjar Jeroagung Klod, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, Sabtu (10/3/2018).
Menurut dia, selama ini para penyewa di kenakan ongkos sewa bervariasi antara Rp 5-6 juta, tergantung pada lokasi stand pameran. "Setiap tahun disediakan sekitar 600 stand pameran. Jika dihitung-hitung hanya ada pemasukan sekitar Rp 2,5 miliar saja. Kalau saya perhitungkan manfaat dan keuntungan bagi masyarakat, maka akan saya gratiskan nantinya," sebutnya.
Pasalnya ia melihat selama ini masih banyak pelaku UMKM yang belum tertampung akibat terkendala ongkos sewa. "Jadi yang menyewa tiap tahun iya itu-itu saja. Saya berharap agar yang lain juga punya kesempatan yang sama. Mungkin nanti kita atur lagi. Bisa secara bergilir dan ditambah jumlah standnya. Biar yang lain juga dapat kesempatan yang sama," jelasnya.
Dengan begitu lanjutnya, akan makin lebih banyak lagi UMKM yang bisa ikut berpameran sehingga akan mempunyai peluang mempromosikan produk mereka. "Jadi jangan dipersulit lagi, justru harus difasilitasi serta dimudahkan agar mereka bisa berkembang. Itu memang sudah menjadi tugas kita. Makanya kita akan permudah nantinya," demikian Koster. gin/ari
sumber:https://suaradewata.com/read/2018/03/11/201803110008/KosterAce-Akan-Gratiskan-Biaya-Sewa-Stand-Pameran-di-PKB.html

Lestarikan dan Kembangkan Seni Budaya Bali Berbasis Banjar, Ini Dilakukan Koster-Ace


Lestarikan dan Kembangkan Seni Budaya Bali Berbasis Banjar, Ini Dilakukan Koster-Ace


Klungkung, suaradewata.com- Membuktikan komitmennya dalam melestarikan adat budaya Bali, Pasangan Calon nomor urut 1 Gubernur-Wakil Gubernur Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace) akan mengembalikan peran institusi banjar secara tradisional yang sejak dahulu berperan sebagai pusat pengembangan serta pelesatarian adat budaya Bali. Lantas caranya?
Calon Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmennya bahwa setelah terpilih sebagai gubernur Bali periode 2018-2023, pihaknya tak hanya akan melaksanakan program pembenahan bale banjar secara fisik. Namun juga kembali menghidupkan kegiatan berkesenian, adat serta budaya masyarakat dengan  berbasis banjar.
"Setelah menjadi anggota DPR sejak tahun 2004, tiap tahun saya membantu pembangunan sekitar 30-an bale banjar dan wantilan di seluruh Bali. Mungkin jumlahnua sudah ada sekitar 300-an. Termasuk juga seperangkat alat gamelan. Nanti astungkara terpilih, tiyang akan lanjutkan lagi dengan kelengkapan lainya untuk menunjang segala aktivits  di banjar," ungkapnya saat mesimakrama dengan warga Klungkung di Banjar Jeroagung Klod, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, Sabtu (10/3/2018).
Tujuannya menurut dia, adalah untuk melestarikan seni, adat dan budaya Bali sehingga tetap lestari, bahkan makin berkembang. "Khususnya agar generasi muda kita tetap melakoni kehidupan berkesenian, adat serta budaya Bali. Namun harus ada sarana dan prasaranan sebagai fasilitas penunjangnya. Nah, ini yang bantu adalah pemerintah," katanya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya akan mengangkat tenaga kontrak yang berasal dari lingkungan banjar setempat. Para tenaga kontrak ini nantinya bertugas untuk melatih serta mengajarkan warga berbagai kegiatan yang terkait seni dan budaya Bali. "Nanti kita siapkan semuanya. Tenaga pelatih, alat-alatnya seperti gamelan termasuk juga kustum bila perlu kta juga siapkan. Anggarannya dari APBD Provinsi. Sudah saya hitung itu semua," terangnya.
Dengan begitu, ia berharap agar aktivitas berkesenian juga kegiatan budaya di masyarakat akan lebih hidup dan semarak kembali dari sebelumnya. "Kami berharap sekeha santhi, sekeha gong dan sekehe keseniannya lainnya bisa lebih hidup dan semarak lagi. Semuanya yang dibutuhkan akan kita siapkan," tegasnya.
Bila hal itu terealisasi, pihaknya berkeyakinan kehidupan seni, adat, budaya Bali, tak hanya lestari namun makin semarak dan berkembang. "Iya bagaimana lestari dan berkembang kalau tidak difasilitasi. Itu sudah menjadi kewajiban, dan sekaligus bukti keberpihakan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya kita," pungkasnya. tim/gin/sar
sumber:https://suaradewata.com/read/2018/03/10/201803100010/Lestarikan-dan-Kembangkan-Seni-Budaya-Bali-Berbasis-Banjar-Ini-Dilakukan-KosterAce.html

Minggu, 11 Maret 2018

Massa Made Urip Dari Kalangan Pemilih Pemula dan Pemuda, “Ketog Semprong” Siap Menangkan Koster-Ace

Massa Made Urip Dari Kalangan Pemilih Pemula dan Pemuda, “Ketog Semprong” Siap Menangkan Koster-Ace

sumber foto :Kader senior PDIP Tabaan I Made Urip bersama pemilih pemula dan pemuda di 16 Banjar di Kecamatan Marga dan Baturiti sepakat memenangkan Koster - Ace pada Pilgub Bali 27 Juni 2018 mendatang
RedRiceBalinews.com, TABANAN
Seluruh jajaran PDI Perjuangan terus bergerak mensosialisasikan dan mengumpulkan dukungan untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), tak terkecuali Ketua DPP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Made Urip. Politisi senior asal Tabanan ini tak hanya rajin mendampingi Koster-Ace saat blusukan ke daerah-daerah, tapi kerap bergerilia sendiri meraup dukungan untuk pasangan calon nomert urut 1 tersebut.

Seperti yang dilakukannya, Jumat (9/3) malam. Urip bergerak mengumpulkan dukungan dari kalangan anak muda dan pemilih pemula di Kecamatan Marga dan Baturiti, Tabanan. Hasilnya sekehe teruna-teruni dari 16 Banjar yang ada di Desa Petiga, Desa Payangan, Desa Tua , Desa Baru Kecamatan Marga dan Desa Apuan Kecamatan Baturiti  mendeklarasikan diri mendukung dan memenangkan pasangan Koster-Ace pada Pilgub Bali 27 Juni 2018.  “Dari sosialisasi yang kita lakukan, sekehe teruna teruni dari 16 banjar yang ada di 5 desa menyatakan siap memenangkan Koster-Ace,”ungkap Urip.

Dia menjelaskan, visi misa dan program pasangan Koster-Ace melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dikolaborasi dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana, sangat relevan untuk membenahi kondisi Bali saat ini. Dengan arus kemajuan global yang tak bisa dibendung, Bali menurut dia, harus dibentingi dengan mempertahankan dan melestarikan adat, agama, tradisi, seni dan budaya. “Pasangan kami (Koster-Ace) sangat memahami kondisi Bali yang rentan akan perubahan akibat pengaruh global, untuk itu pelestarian adat, agama, tradisi, seni dan budaya, menjadi salah satu prioritas dalam program kerja bila dipercaya memimpin Bali kedepan,”katanya.

Selaku Ketua DPP, Urip juga mengintruksikan kepada seluruh jajaran partai, baik itu pengurus, kader, simpatisan dan anggota partai, terus bergerak mensosialisasikan Koster-Ace disegela lapisan masyarakan. Sosialisasi harus dilakukan secara santun dan simpatik, mengingat belakangan ini terindikasi cara-cara yang tidak sehat, khususnya di media sosial dengan menyebarkan berita-berita yang mengandung kampanye negatif. “Untuk mendapatkan pemimpin yang baik, kita harus menggunakan cara-cara yang baik. Mari berkompetisi secara sehat, adu program, jangan menyebar kebencian,”tegasnya. RRBNC
 
sumber:https://www.redricebalinews.com/index.php/read/2018/03/10/201803100001/Massa-Made-Urip-Dari-Kalangan-Pemilih-Pemula-dan-Pemuda-%E2%80%9CKetog--Semprong%E2%80%9D-Siap-Menangkan-KosterAce.html

Di Klungkung, Koster-Ace Siap Bangun Kampus Akademi Komunitas


Di Klungkung, Koster-Ace Siap Bangun Kampus Akademi Komunitas


sumber foto :Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) serta Paslon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Bagus Oka–I Ketut Mandia (BAGIA) saat mesimakrama dengan masyarakat Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Sabtu (10 Maret 2018) /ist
RedRiceBalinews.com,KLUNGKUNG
Calon Gubernur (Cagub) Bali nomor urut 1, I Wayan Koster menegaskan siap membangun kampus akademi komunitas atau sistem pendidikan setingkat diploma satu (D1) dan diploma dua (D2) di Kabupaten Klungkung.

Hal terungkap saat mesimakrama Pasangan Calon  (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) serta Paslon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Bagus Oka–I Ketut Mandia (BAGIA) dengan masyarakat Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Sabtu (10/3/2018) yang dihadiri ratusan warga setempat.

Menurut Cagub yang diusung PDIP, Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI ini mengungkapkan bahwa pihaknya tidak saja melaksankan program pendidikan  12 tahun secara gratis. Namun pula akan membangun akademi komunitas, program pendidikan setara D1 dan D2 di Gumi Serombotan.

"Nanti kampusnya akan dibangun di atas lahan aset milik Pemprov Bali. Kemudian pembangunan gedungnya berasal dari APBN, dan operasional diambil dari APBD," jelasnya.

Kampus sejenis menurutnya telah dibangun di sejumlah kabupaten di Bali. Misalnya di Kabupaten Jembrana telah dibangun akademi komunitas untuk program pendidikan bidang kelautan dan perikanan. Pula Kabupaten Gianyar telah dibangun untuk program bidang pariwisata dan perhotelan serta keperawatan.

"Jadi setelah lulus SMA dan SMK, mereka nanti tidak perlu lagi harus kuliah jauh-jauh ke Denpasar. Cukup di sini saja (Klungkungl. Kasihan, apalagi mereka dari keluarga tidak mampu. Itu tujuannya," terangnya.

Hanya saja untuk jenis program pendidikannya lanjut dia, akan disesuaikan dengan potensi masing-masing kabupaten. "Nanti kita pelajari apa yang cocok. Dan kalau satu jalur, akan lebih  mudah direalisasikan," demikian Koster. RRBNC
 
sumber:https://www.redricebalinews.com/index.php/read/2018/03/10/201803100004/Di-Klungkung-KosterAce-Siap-Bangun-Kampus-Akademi-Komunitas.html

Mulai Klub Vespa hingga Banjar Kompak Dukung Koster-Ace dan AMAN

Mulai Klub Vespa hingga Banjar Kompak Dukung Koster-Ace dan AMAN 20 Februari 2018 Klub penggemar Vespa mendukung Koster-Ace dan Paket...